Header Ads

Soeripto Minta Indonesia Waspadai Proyek Jalur Sutera China

PERSPEKTIF.CO.ID, POLITIK - Mantan intelejen sipil Soeripto mewanti - wanti agar masyarakat mewaspadai grand desaign Jalur Sutera Tiongkok atau China. Kondisi sekarang dinilai telah mengkhawatirkan karena akan mengancam kedaulata negara.

Tidak hanya itu, Soeripto juga mengkhawatirkan beberapa puluh tahun kedepan generasi muda Indonesia tidak lagi memiliki identitas akibat penjajahan gaya baru dunia sekarang ini. "Dalam konteks kekinian maka kalau kita bicara ancaman, selain Amerika Serikat dimana dibelakangnya ada Israel maka Tiongkok ingin mengimbangi mereka sebagai negara imperialis baru dan lahan yang dijadikan misi mereka adalah Indonesia," jelas Soeripto dalam sebuah uraian yang diupload oleh akun Channel Youtube Macan Idealis.

Dijelaskannya, Tiongkok ingin menghidupkan misi lamanya apa yang disebut jalur sutera. Hanya saja, kata dia, istilah sekarang tidak menggunakan istilah Jalur Sutera melainkan istilah yang keren yaitu OBOR (One Belt, One Road) atau istilahnya Sabuk Ekonomi Jalur Sutra dan Jalur Sutra Maritim abad ke-21.

Seperti dilansir CNN, China diketahui memiliki proyek OBOR (One Belt One Road) atau yang kini telah direvisi menjadi proyek Belt Road Initiative (BRI). Terkait proyek ini, pada 27 April 2019 lalu baru saja dilakukan penandatanganan 23 Memorandum of Understanding (MoU) antara sejumlah pebisnis Indonesia dan China dalam acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) II Belt Road Initiative (BRI) di Beijing.



Soeripto meyayangkan para pemimpin Indonesia tidak menyadari penjajahan baru imperalisme ini. Padahal sejumlah negara seperti Jepang, Vietnam, Korea Selatan sudah mulai resah dengan konsep OBOR Tiongkok. 

"Tapi Indonesia justru kalem - kalem saja, bahkan mengundang investasi dari Tiongkok. Dan celakanya lagi investasi itu berupa Pelabuhan, Kerata Api dan Jalan luat. Itu akan memudahkan imperlaisme akan lebih mudah masuk," jelas politisi PKS ini.

Soeripto pun meminta masyarakat untuk mencegah strategi penguasaan Tiongkok ini dengan cara baru. Sebab cara politik seperti pilkada yang kita lakukan sekarang ini justru akan memudahkan mereka karena akan semakin memberikan ruang kepada mereka untuk konsolidasi.

"Jadi mencegahnya juga jangan hanya modal semangat atau pilkada, tetapi harus ada cara baru," katanya.  (bs/knt)

Diberdayakan oleh Blogger.